| Menghujam Jantungku - Tompi - 217 sec Song: Mengujam Jantungku
By: Tompi
Album: Happy Life (2008)
Label: E-motion
upload by tamtomo
http://tamtomo.net Auteur : TamtomoTV Tags: tamtomo tamtomovideo tamtomotv tompi menghujam jantungku happy life e-motion musik indonesia piyu padi  | | tompi - Menghujam Jantungku - 30 sec KASKUSER Choice!
Ayo pilih lagu-lagu dari Tompi utk dijadikan Video Clip yang baru.
5 Kaskuser yang beruntung mendapatkan CD Autograph dari Tompi dari album "My Happy Life" Auteur : adarwis Tags: tompi kaskus happy life menghujam jantungku  | | tompi - menghujam jantungku (low quality) - 217 sec another hit from tompi titled "Menghujam Jantungku"
great song..great music..
yups..tompi is the best.. Auteur : 0donX Tags: tompi jazz video clip pop indonesia great song odonx 0donx  | | Crop Circle di Indonesia (daerah Tuban), 1986-87 - 70 sec Sebuah fenomena crop circle dilaporkan oleh Roni, seorang crew TV Delta (Sidoarjo) yang mengetahuinya saat mewawancara para penduduk di desa Sumberejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Crop circle ini berbentuk lingkaran besar dan ada lingkaran kecil-kecil di sekitarnya. Terlihat oleh penduduk saat naik ke daerah gunung (yang lebih tinggi). Kejadian sekitar tahun 1986 atau 1987. Padi yang rebah masih hidup dan tidak patah, hanya melengkung seperti kena panas. Di daerah pantai Tuban memang sering terlihat fenomena sinar aneh di yang kemudian menghujam masuk ke dalam air. Auteur : betaufo Tags: ufo uso tv delta crop circle indonesia tuban beta padi  | | tompi - Happy Life - 30 sec KASKUSER Choice!
Ayo pilih lagu-lagu dari Tompi utk dijadikan Video Clip yang baru.
5 Kaskuser yang beruntung mendapatkan CD Autograph dari Tompi dari album "My Happy Life" Auteur : adarwis Tags: tompi kaskus happy life menghujam jantungku  | | Pasca Rekomendasi Bakorpakem, Masjid pun dibakarr - 585 sec http://www.liputan6.com/daerah/?id=158551
28/04/2008 05:02 Kasus Ahmadiyah
Masjid Ahmadiyah di Sukabumi Dibakar
Liputan6.com, Sukabumi: Massa membakar Masjid Al-Furqon, masjid terbesar milik jemaah Ahmadiyah di Sukabumi, Jawa Barat. Hingga Senin (28/4) dini hari, api masih berkobar di sekitar tersebut. Aksi bakar masjid ini adalah puncak dari emosi warga yang menilai keputusan pemerintah menutup aktivitas peribadatan jemaah Ahmadiyah masih setengah hati. Apalagi, hingga kini kegiatan peribadatan ajaran Ahmadiyah masih terus berlangsung.
Sebagai pusat kegiatan Ahmadiyah terbesar kedua di Indonesia, pascakeputusan Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) Kejaksaan Agung, seluruh organisasi massa Islam di Sukabumi telah merapatkan barisan. Mereka pun meminta aktivitas ibadah jemaah Ahmadiyah di Sukabumi ditutup [baca: Sesatkah Ahmadiyah?].
Tak hanya membakar masjid. Mereka juga merusak madrasah milik jemaah Ahmadiyah. Pengurus Ahmadiyah Sukabumi pun menyayangkan sikap warga dan aparat. Karena sebelumnya telah disepakati berbagai hal menyangkut aktivitas Ahmadiyah. Lantaran itulah pihak Ahmadiyah akan menempuh jalur hukum atas perusakan dan pembakaran tersebut.
Pihak Kepolisian Sektor Parakan Salak sejauh ini masih menyelidiki dan mengamankan sejumlah anggota jemaah. Berdasarkan informasi yang diterima SCTV, aksi anarkis itu tak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja suasana Kabupaten Sukabumi menjadi sepi.
Saat dihubungi via telepon, Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Ajun Komisaris Besar Polisi Guntor Gaffar menyatakan, pihaknya sudah meminta keterangan delapan orang terkait amuk massa tersebut. Para saksi itu adalah warga Sukabumi. Kendati demikian, menurut Guntor, polisi belum mengarah kepada pelakunya. Ketika ditanyakan apakah pihak kepolisian kecolongan, Guntor mengatakan massa masuk dari arah belakang masjid. Adapun untuk mengantisipasi aksi susulan, polisi telah mengamankan beberapa basis kegiatan jemaah Ahmadiyah di Sukabumi.
Pembakaran Masjid Al-Furqon dan sekolah madrasah milik jemaah Ahmadiyah di Sukabumi, menyisakan kesedihan dan ketakutan bagi pengikut aliran tersebut, terutama yang sempat menjadi saksi mata aksi anarkis itu. Rina, misalnya. Ia dan ibunya yang kejadian berlangsung berada tak jauh dari amuk massa terpaksa lari dan bersembunyi di rumahnya. "Mereka (massa) disuruh bubar enggak mau, [katanya] harus sampai terbakar," ucap Rina.
Berbeda dengan di Sukabumi, jemaah Ahmadiyah di Kota Bukittinggi, hingga saat ini masih leluasa beraktivitas. Kendati di beberapa tempat di Sumatra Barat, kegiatan jemaah ini dilarang oleh warga lain. Kantor Cabang Ahmadiyah di Bukittingi, pun masih terlihat sama dengan suasana sebelum Bakor Pakem mengeluarkan kebijakan tentang larangan bagi jemaah Ahmadiyah. Para pengikut setia Ahmadiyah di sana, masih menjalankan aktivitasnya sehari-hari sembari menunggu keputusan dari pengurus pusat Ahmadiyah. Namun mereka mengaku selama ini tidak mendapat halangan dari warga sekitar.
Di kota tersebut terdapat hampir 100 orang pengikut Ahmadiyah. Adapun mayoritas warga Bukittinggi tidak peduli dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah terhadap aliran Ahmadiyah. Boleh dibilang, inilah salah satu potret toleransi beragama yang tak diwarnai saling menghujat dan merusak.(ANS/Asep Didi dan Aldian) Auteur : ibupertiwimenangis Tags: indonesia negeriku ahmadiyah bhineka tungggal ika pertiwi sukabumi masjid parakansalak  |
|